Pemaparan Tim Percepatan Pengembangan Tiga Kawasan Prioritas Balai KSDA NTB – November 2016

Bertempat diruang rapat Balai KSDA NTB, Kamis 17 November 2016 berlangsung rapat pemaparan oleh tiga tim percepatan pengembangan Tiga Taman Wisata Alam Prioritas Balai KSDA NTB.

Tim dibentuk oleh Kepala Balai KSDA NTB memaparkan program percepatan pengembangan untuk tiga Taman Wisata Alam Prioritas jangka pendek yang menunjang pengembangan jangka panjang. Ketiga Kawasan yang kesemua berada di Pulau Lombok yakni Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Taman Wisata Alam Suranadi dan Taman Wisata Alam Kerandangan.

Masing-masing tim beranggota 3-4 orang yang terdiri dari pejabat PEH dan petugas lapangan masing-masing TWA. Dari masing-masing pemaparan, Bapak Kepala Balai KSDA NTB Dr. Ir. Widada, MM. memberikan masukan dan arahan lebih lanjut lanjut dari masing-masing program. Beberapa poin-poin program (DIPA maupun NON-DIPA) yang disampaikan adalah sebagai berikut:

Tim Percepatan Taman Wisata Alam Gunung Tunak :
– Optimalisasi ponduk pemandu.
– Pembuatan jalur tracking baik untuk pejalan kaki maupun pesepeda.
– Sarpras papan informasi.
– Pemeliharaan dan perawatan bibit-bibit penghijauan yang telah ditanam.
– Monitoring dan Evaluasi serta sinkronisasi kerjasama RI (BKSDA NTB) dan KORSEL (KIFC), mengingat pembangunan sarpras dari KIFC di TWA Tunak telah dimulai.

Tim Percepatan Taman Wisata Alam Suranadi :
– Pemanfaatan tumpukan batang pohon yang telah tumbang untuk dijadikan furnitur seperti kursi dan meja untuk ditempatkan lagi di dalam kawasan TWA Suranadi sendiri.
– Optimalisasi Camping Ground dengan mengundang sekolah-sekolah.
– Formalisasi Organisasi di TWA Suranadi.
– Pemanfaatan tumpukan sampah dedaunan untuk dijadikan pupuk kompos.
– Pembuatan Gudang Peralatan.
– Jalur Patroli serta tracking pendek untuk pesepeda dan pejalan kaki.
– Kebersihan toilet.
– Perluasan kandang rusa.

Tim Percepatan Taman Wisatan Alam Kerandangan :
– Kegiatan Gotong Royong pembersihan TWA.
– Penataan bangunan pos serta halaman depan pos.
– Jalur tracking pendek yang akan melewati camping ground.
– Papan infomasi TSL yang terbuat dari seng agar lebih awet.
– Survey lokasi habituasi untuk pembangunan kandang habituasi (jangka panjang).
– Perlu adanya standar pemeliharaan camping ground.

Selain dari poin-poin diatas, disepakati pula dari masing-masing tim untuk secara berkala setiap minggunya mengunjungi tiap-tiap kawasan untuk terus mengikuti perkembangan program percepatan yang telah dipaparkan dan disetujui.

Dokumentasi rapat :

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply