KERJA CERDAS MEMBANGUN PESONA TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN

Tulisan Oleh : Tri Endang Wahyuni (Koordinator PEH BKSDA NTB)

SALAM LESTARI!

Kawasan TWA Kerandangan mempunyai medan yang sebagian besar berbukit dengan satu lembah yang ditengahnya dibelah sungai berbatu.

Air terjun Goa Walet Yang Eksotik

Pesona Alam TWA Kerandangan Wisata alam merupakan satu dari beberapa bentuk kegiatan wisata yang bisa dilakukan masyarakat.  Kegiatan yang memanfaatkan keindahan dan keasrian alam tersebut dilakukan di lokasi-lokasi yang masih alami seperti di kawasan hutan, gunung maupun di pantai.  Salah satu lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk wisata alam adalah taman wisata alam.  Saat ini di Nusa Tenggara Barat terdapat 10 lokasi kawasan konservasi yang berstatus Taman Wisata Alam dan 1 lokasi kawasan konservasi yang berstatus Taman Wisata Alam Laut. Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan di Kabupaten Lombok Barat merupakan satu diantara 10 kawasan tersebut.  Kawasan seluas 396,10 hektar ini ditetapkan dengan status taman wisata alam sejak tahun 1992 melalui SK Menteri Kehutanan Nomor No. 494/Kpts-II/1992.

Paok Laus (Pitta elegans) yang berbulu indah dan menjadi primadona pengamat burung

Kawasan TWA Kerandangan mempunyai medan yang sebagian besar berbukit dengan satu lembah yang ditengahnya dibelah sungai berbatu. Lembah dan perbukitan ditumbuhi oleh vegetasi hutan musim yang menjadi agak kering ketika kemarau.  Berbagai potensi wisata alam maupun potensi wisata minat khusus dapat dijumpai di sini, yaitu : air terjun Goa Walet, air terjun Putri Kembar, sungai berbatu, berbagai jenis burung, berbagai jenis kupu-kupu, kehidupan kera hitam, pemandangan indah dari puncak bukit. Berbagai kegiatan wisata alam dapat dilakukan pengunjung di TWA Kerandangan, menikmati air terjun Gua Walet dan Putri Kembar, berburu foto, menyusuri hutan, berkemah, menikmati air terjun, menikmati kicauan burung, pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, pengamatan kera hitam, menyusuri sungai berbatu, atau sekedar berjalan ringan sambil menghirup udara segar kaya oksigen.  Bagi peminat burung, di dalam kawasan ini dapat ditemukan beberapa jenis burung yang dilindungi dan langka, seperti Elang Flores (Nisaetus floris), Paok Laus (Pitta elegans), Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt), bahkan burung endemik Lombok yaitu Celepuk Rinjani (Otus jolandae).

Kerja Cerdas Membangun Pesona TWA Kerandangan 

Melihat potensi wisata alam TWA Kerandangan yang cukup besar namun belum tergarap dengan optimal, Pak Widada selaku Kepala Balai KSDA NTB berinisiatif membentuk tim percepatan pengembangan wisata alam untuk TWA Kerandangan pada Bulan November 2016.

BKSDA NTB selaku pengelola  telah membangun beberapa sarana dan prasarana di kawasan ini untuk membuat pengunjung nyaman dan menarik minat pengunjung seperti jalan trail, beberapa unit shelter, mushola, toilet, papan informasi dan papan petunjuk arah.  Sarana dan prasarana wisata alam ini masih perlu banyak penambahan, akan tetapi hal ini terkendala oleh terbatasnya anggaran.

Jalan trail pendek sepanjang 250 m hasil gotong royong

Melihat potensi wisata alam TWA Kerandangan yang cukup besar namun belum tergarap dengan optimal, Pak Widada selaku Kepala Balai KSDA NTB berinisiatif membentuk tim percepatan pengembangan wisata alam untuk TWA Kerandangan pada Bulan November 2016.  Tim yang saya ketuai sendiri dibantu oleh satu orang Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan satu orang Polisi Hutan tersebut diberi mandat untuk melakukan penataan TWA Kerandangan sehingga lebih menarik dan lebih banyak manfaat dari kawasan yang bisa diambil.  Dengan mandat tersebut, tim merumuskan target percepatan pengembangan wisata alam untuk TWA Kerandangan yaitu :

  1. Terbangunnya point of interest minimal satu titik.
  2. Terbangunnya jalur tracking pendek.
  3. Pembuatan demplot koleksi flora.
  4. Pengembangan demplot penangkaran kupu-kupu untuk wisata pendidikan.
  5. Pengembangan wisata pengamatan satwa.
  6. Promosi kawasan.

Ayunan dan papan nama TWA Kerandangan hasil gotong royong

Tim ini bekerja tanpa menggantungkan dana anggaran dari DIPA BKSDA NTB.  Hampir semua kegiatan dilakukan secara swadaya dan secara gotong royong.  Dalam kinerjanya, tim percepatan pengembangan wisata alam di TWA Kerandangan telah dibantu oleh sukarelawan dari kalangan mahasiswa Universitas Mataram.  Anggota tim, petugas TWA Kerandangan dan para mahasiswa bersama-sama bergotong royong untuk mencapai target yang telah ditentukan. Pekerjaan yang telah dikerjakan sampai saat ini berupa :

  1. Pembuatan point of interest di depan Pos TWA Kerandangan melalui tahapan : pembersihan lahan, pembuatan ayunan dan penyediaan tempat duduk.
  2. Pembuatan jalan trail pendek sepanjang lebih kurang 250 meter dengan lebar 1,2 meter melalui tahapan : pengumpulan batu yang berserakan di sekitar pondok kerja, pengangkutan batu ke lokasi jalan trail dan penyusunan batu membentuk jalan trail.
  3. Kupu-kupu hasil penangkaran di TWA Kerandangan

    Pengembangan penangkaran kupu-kupu dimana para petugas telah berhasil melakukan penangkaran beberapa jenis kupu-kupu yaitu Papilio demolion, Papilio memnon, Papilio polytes, Euploea core dan jenis dilindungi Troides helena. Sebelumnya tim percepatan pengembangan wisata alam telah bekerjasama dengan pengajar dari Program Studi Kehutanan Universitas Mataram yang mempunyai keahlian dalam penangkaran kupu-kupu untuk melakukan pelatihan kepada  para petugas TWA Kerandangan dalam penangkaran kupu-kupu. Pengembangan kegiatan penangkaran kupu-kupu untuk wisata pendidikan telah didukung adanya kandang kupu-kupu di lingkungan pondok kerja TWA Kerandangan.  Beberapa sekolah dasar telah melakukan kegiatan pengenalan penangkaran kupu-kupu di demplot penangkaran kupu-kupu TWA Kerandangan.  Kini di sekitar kandang demplot kupu-kupu telah ditanami beberapa jenis tanaman inang kupu-kupu yang akan mejadi sumber pakan ulat. Pengayaan tanaman inang kupu-kupu terus dilakukan secara swadaya agar penangkaran kupu-kupu bisa berjalan secara kontinyu.

Kegiatan lainnya di TWA Kerandangan yang tidak bergantung kepada dana DIPA berupa pengembangan wisata minat khusus pengamatan burung berbasis masyarakat telah dirintis oleh Tim Peneliti MP3EI Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram bekerjasama dengan BKSDA NTB.  Kegiatan yang memberdayakan masyarakat sekitar kawasan dalam pengembangan wisata pengamatan burung ini telah melalui beberapa tahap, antara lain : sosialisasi program kepada masyarakat sekitar, identifikasi jenis-jenis burung di TWA Kerandangan, pengamatan perilaku jenis burung ikonik, penyusunan buku pengenalan jenis burung di TWA Kerandangan serta identifikasi jalur pengamatan burung.Tentunya masih banyak kegiatan wisata yang bisa dikembangkan di kawasan TWA Kerandangan melalui ide yang kreatif.  Meski tanpa biaya dari dana DIPA, akan tetapi dengan pengembangan kerjasama, tekad kuat, ketekunan dan konsistensi maka TWA Kerandangan akan dapat semakin ditata dan dikembangkan sehingga pesona TWA Kerandangan semakin meningkat. (-bksda ntb)

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply