Kunjungan Mahasiswa Yeungnam University ke TWA Kerandangan (Hari Kedua-selesai)

SALAM LESTARI!

TWA KERANDANGAN, 12 AGUSTUS 2017 –  Setelah sehari sebelumnya, 25 orang mahasiswa Yeungnam University bersama pengajar mereka Prof. Yohan Lee mengunjungi TWA Gunung Tunak, hari selanjutnya Minggu 13 Agustus 2017 mereka mengunjungi TWA Kerandangan di Kabupaten Lombok Barat. Tujuannya adalah melihat pengembangan ekowisata minat khusus berupa pengamatan burung dan pengamatan kupu-kupu di TWA Kerandangan serta perkenalan kebudayaan Korea.

Sebelum ke TWA Kerandangan, mereka terlebih dahulu mengunjungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Dusun Kerandangan, desa yang berbatasan langsung di sebelah barat TWA Kerandangan. Di sekolah tersebut mereka mengajarkan Bahasa Korea dan mengajarkan permainan anak-anak di Korea. Para mahasiswa juga mengajarkan anak-anak sekolah untuk lebih percaya diri dalam menghadapi orang asing.

Memasuki TWA Kerandangan para mahasiswa diterima oleh seluruh petugas TWA Kerandangan dan sambutan dari Balai KSDA NTB diwakili oleh Bu Tri Endang. Para mahasiswa memperoleh penjelasan tentang upaya penangkaran kupu-kupu di TWA Kerandangan dan manfaatnya untuk ekowisata terutama wisata edukasi melalui film pendek metamorfosis kupu-kupu Papilio demolion yang telah berhasil ditangkarkan. Mereka juga diajak untuk menyaksikan langsung tanaman inang dan ulat kupu-kupu serta beberapa jenis kupu-kupu di kandang demplot penangkaran kupu-kupu. Mereka menjadi sangat senang ketika bisa melihat dari dekat kupu-kupu Troides helena yang belum lama keluar dari kepompong dan masih bisa untuk dipegang.

Kepada para mahasiswa juga dijelaskan tentang pemanfaatan TWA Kerandangan sebagai tujuan ekowisata minat khusus terutama birdwatching yang saat ini sudah mulai mendunia serta beberapa jenis burung favorit yang sangat diminati oleh wisatawan pengamat burung. Kebetulan pada hari tersebut sedang berlangsung acara Lombok Birding and Photo Contest yang diselenggarakan oleh mitra BKSDA yaitu Tim MP2EI Jurusan Biologi Fakultas Universitas Mataram. Selain menikmati karya-karya foto fauna khususnya burung di TWA Kerandangan hasil jepretan para peserta Photo Contest, mereka juga menerima penjelasan langsung tentang burung di Nusa Tenggara Barat oleh Pak Salamuddin Yusuf, salah satu ahli burung di NTB. Para mahasiswa juga diajak untuk menyaksikan langsung burung favorit para pengamat burung manca negara yaitu jenis Pauk Laos (Pitta elegans) yang saat ini bisa dipanggil secara khusus oleh Wahyu, salah satu petugas TWA Kerandangan.

Selesai acara di TWA Kerandangan, para petugas TWA Kerandangan, wakil BKSDA NTB, wakil dari sekolah dasar dan wakil masyarakat diajak untuk saling tukar menukar makanan khas masing-masing yaitu makanan Korea dan Lombok. Kami menyiapkan makanan plecing kangkung, sate, ikan bumbu rajang dan tahu tempe, sedangkan mereka menyediakan beberapa jenis makanan Korea, termasuk kimchi. Kami juga diajak untuk memasak tteobokki, makanan Korea berbahan dasar tepung beras yang dimasak dengan saus kental bercita rasa asam pedas.

Acara pada hari itu ditutup dengan pelepasan tukik di pantai Desa Kuranji Dalang , Kec. Labu Api Kab. Lombok Barat. Tukik tersebut merupakan hasil penetasan oleh kelompok pelestari penyu “Kerabat Penyu Lombok” binaan BKSDA NTB di desa tersebut. Para mahsiswa Yeungnam University juga diberi kesempatan untuk melihat lokasi penetasan semi alami telur penyu yang berada tidak jauh dari pantai. Hampir semua dari mereka baru pertama kali ini melihat tukik. Memegang dan melepasliarkan tukik menjadi sensasi tersendiri dan merupakan pengalaman tak terlupakan bagi mereka. Acara ditutup dengan penulisan pesan singkat dan penandatanganan kain kanvas oleh para mahasiswa dan pengajarnya, Prof. Yohan Lee. Kain ini menjadi kenang-kenangan bagi “Kerabat Penyu Lombok”. Tidak lupa minum air kelapa muda bersama-sama sebelum berpisah. (Sumber BKSDA NTB)

Lestari alamku, TWA Kerandangan beserta flora fauna nya dan selamatkan penyu…!!!

DOKUMENTASI KEGIATAN

Rombongan Program  Seamaul and International Development Yeungnam University yang tiba langsung disambut Petugas TWA Kerandangan dan disuguhkan video singkat mengenai Burung Gosong (Megapodius reinwardt), langsung melihat penangkaran kupu-kupu (Papilio demolion) serta birdwatching

Rombongan Program  Seamaul and International Development Yeungnam University di salah satu restoran korea di daerah Senggigi untuk menjamu para warga lokal Lombok dengan makanan khas Korea termasuk juga saling memperkenalkan makanan khas masing-masing yaitu makanan Korea dan Lombok.

Rombongan Program  Seamaul and International Development Yeungnam University mengunjungi Lokasi Pelestarian Penyu milik Komunitas Kerabat Penyu Lombok Binaan Balai KSDA NTB di Desa Kuranji, Labuapi – Lombok Barat. Rombongan juga dipersilahkan untuk melepas tukik (anak penyu) jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas)

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply