Taman Wisata Alam Semongkat, Batulanteh – Kabupaten Sumbawa

taman-wisata-alam-semongkat-sumbawa-balai-ksda-ntb (7)

Tentang TWA Semongkat

Kelompok Hutan Semongkat sebelum ditunjuk menjadi Taman Wisata Alam Semongkat mempunyai fungsi sebagai hutan lindung. Berdasarkan Surat Nomor: 418/Kpts-II/1999 tanggal 15 Juni Tahun 1999, Taman Wisata Alam Semongkat ditunjuk menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 100,5 Ha. Memasuki kawasan yang terletak di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa ini terasa sejuk dan berbeda dengan iklim diluar kawasannya.

Potensi Flora dan Fauna

Taman Wisata Alam Semongkat mempunyai potensi flora yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada. Dilihat dari formasi hutan Taman Wisata Alam Semongkat merupakan perwakilan dalam tipe vegetasi hutan musim dataran rendah yang didominasi oleh jenis-jenis dari suku Mrytaceae, Burceraceae, serta Moraceae antara lain: Tempoak (Eugenia denisflora), Ketimis (Protium javanicum), Kesambi (Schleichera oleosa), Rapat bewe (Drypetes langiflora), Kukin (Schoutenia ovata), Pulai (Alstonia scholaris), pohon ara merah (Ficus sp.) dan banyak jenis tanaman obat seperti Kumis kucing (Orthosipon spicatus), Sawang, Kapasan (Abelmoschus moschatus), Rangala polak, Pakis haji (Cycas rumpii), Kayu prosak, Pakis sarang burung (Asplenium nidus), dan lain-lain.

Kawasan Taman Wisata Alam Semongkat merupakan hutan dengan perwakilan tipe ekosistem dataran rendah sehingga menjadi habitat berbagai jenis satwa. Satwa yang ada di TWA Semongkat antara lain burung cerucuk (Pycnonotus goavier), srigunting (Dicrurus densus), kepudang kuduk (Oriolus chinensis), ayam hutan (Gallus sp), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus scrova) dan beberapa jenis burung dilindungi yaitu Elang Bondol (Haliastur indus) dan Koakiau (Philemon buceroides).

Potensi Wisata

Selain potensi flora dan fauna yang ada, TWA Semongkat juga memiliki potensi wisata. Adanya sungai yang melintas di dalam kawasan TWA Semongkat, menjadikan kawasan ini berpotensi untuk wisata jelajah sungai. Letak TWA Semongkat yang berada di perbukitan menjadikan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah, sehingga kegiatan wisata jelajah hutan atau jungle tracking berpotensi untuk dikembangkan di TWA Semongkat.

Aksesibilitas

Untuk mencapai TWA Semongkat dari Kota Mataram, dibutuhkan waktu selama ± 6,5 jam. Rute yang ditempuh dari Kota Mataram untuk menuju lokasi TWA Semongkat adalah:

  • Mataram – Labuhan Lombok, ± 2 jam.
  • Labuhan Lombok – Poto Tano, ± 2 jam menggunakan kapal ferry.
  • Poto Tano – Sumbawa Besar, ± 2 jam.
  • Sumbawa Besar – Semongkat, ± 30 menit.

Gallery TWA Semongkat

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply