Taman Buru Pulau Moyo, Labuhan Badas – Kabupaten Sumbawa

taman-buru-pulau-moyo-air-terjun

Tentang Taman Buru Pulau Moyo

Taman Buru Pulau Moyo memiliki potensi keanekaragaman hayati flora dan fauna yang tinggi. Tipe vegetasi adalah hutan pantai dataran rendah, vegetasi terdiri dari pohon, rumput, semak / scrub dan savana yang luas. Taman Buru Pulau Moyo kaya spesies yang terdiri dari mamalia dan burung. Ada beberapa mamalia yang dapat ditemukan adalah rusa (Cervus timorensis), banteng (Bos javanicus), babi hutan (Sus scrofa). Selain hewan berburu, kita juga bisa menemukan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Landak (Hystrx javanica), sedangkan jenis burung yang dapat ditemukan adalah nuri merah dada (Tricoglosus haematodus), beberapa burung yang dilindungi Undang-Undang adalah Koakiau (Philemon buceroides), burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan burung gosong (Megapodius reinwardtii) serta berbagai jenis burung lainnya seperti burung beo Sumbawa (Gracula religiosa venerata), Punglor (Zoothera sp), Ayam Hutan (Gallus sp) dan sebagainya.

Potensi Wisata

Meskipun peruntukannya untuk taman buru tetapi kawasan Taman Buru Pulau Moyo mempunyai potensi wisata alam yang mempesona dan mempunyai daya tarik. Obyek-obyek wisata alam tersebut berupa air terjun berundak dari Sungai Mata Jitu yang mengalir sepanjang tahun, goa, pantai pasir putih di bagian timur, barat dan selatan kawasan Taman Buru Pulau Moyo. Beberapa jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan meliputi jungle tracking, pengamatan satwa, dan wisata goa.

Kawasan TB Pulau Moyo merupakan habitat burung dilindungi yang merupakan spesies prioritas nasional, yaitu kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Berdasarkan hasil monitoring kakatua jambul kuning di Pulau Moyo pada 2014, ditemukan 105 burung. Terdapat dua lokasi pemantauan kakatua jambul kuning di Moyo, yaitu Ai Manis dan Brang Sedo. Burung kakatua menyukai buah Kelor (Moringa oleifera) dan Pelas (Streblus asper).

Ada kebiasaan yang masih dianut oleh warga termasuk perkawinan, pembagian tanah, musim panen, mencari musim madu dan musim penangkapan ikan. Kepercayaan akan adanya peristiwa gaib dan sesuatu yang sakral masih dipercaya orang-orang disini. Ketika kita akan menyeberangi gua atau tempat-tempat yang dianggap memiliki “penunggunya” dalam bentuk roh kita perlu membawa handler sehingga kita tidak hilang di jalan atau mendapat hambatan tersebut. Mereka juga percaya bahwa binatang liar di hutan ada “penunggunya” seperti rusa yang berkelompok jika ada rusa berambut putih tidak akan bisa ditembak atau dijerat seperti yang diceritakan oleh “gembala”.

Aksesibilitas

Untuk mencapai TB Pulau Moyo dari Kota Mataram, diperlukan waktu ± 6 jam. Rute yang dilalui sama dengan rute untuk menuju TWAL Pulau Moyo, yaitu:

  • Mataram – Labuhan Lombok, ± 2 jam.
  • Labuhan Lombok – Poto tano, ± 2 jam menggunakan kapal ferry.
  • Poto Tano – Labuhan Badas, ± 1,5 jam.
  • Labuhan Badas – TWAL Pulau Moyo, ± 30 menit menggunakan boat.

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply