BKSDA NTB Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19 untuk Kunjungan Kawasan Konservasi

SALAM LESTARI!

Lombok Tengah 2 Juli 2020 – Menyusul terbitnya Surat Edaran Dirjen KSDAE No. SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam pada Masa New Normal Pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19), BKSDA NTB Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19 untuk Kunjungan Kawasan Konservasi di TWA Gunung Tunak, Pujut, Kab. Lombok Tengah.

Kegiatan mengundang Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Camat Pujut, Kapolsek Kuta, Kepala Desa Mertak, Kepala Puskesmas Kuta, Babinkamtibnas, Babinsa Desa Mertak Kepala BPD Desa Mertak, Unit Management Tunak Cottage, Kelompok Masyarakat Tunak Besopoq dan FORPAM. Acara berlangsung di Gedung Serbaguna Tunak Cottage 02 Juli 2020.

Dalam Pembukaan, Plt Kepala BKSDA NTB Dedy Asriady, S.Si., M.P. menyampaikan bahwa pada dasarnya BKSDA NTB tidak bisa sendiri dan akan tetap dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi NTB terkait pembukaan kembali Kawasan Konservasi. Pembukaan Kembali (Reaktivasi) Kawasan Konservasi di Seluruh Indonesia Tahap Awal oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tetap terus dimonitoring dan dievaluasi. Dan semoga TWA Gunung Tunak masuk dalam Pembukaan Kembali Tahap selanjutnya dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kawasan Konservasi, khususnya TWA Gunung Tunak.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Mertak, Satria menyampaikan “Kalau Lombok Tengah dan disini (Desa Mertak) sudah tidak sebanyak kasus daerah lain, jadi mohon Bapak pemangku jabatan dari BKSDA agar bisa segera membuka kembali TWA Gunung Tunak jadi roda ekonomi bisa segera berputar kembali”

Zainal Abidin, M.Kes selaku Kepala Puskesmas Kuta Lombok Tengah memaparkan trend penularan COVID-19 di Sekitar Wilayah Kuta. Beliau menceritakan kesiapan puskesmas kuta, bagaimana penanganan pasien suspect Corona, proses penjemputan hingga kerumah dan penanganan untuk mencegah penularan termasuk contact tracking serta proses rapid test dan swab. Beliau menambahkan, “Tempat berkumpul seperti lokasi wisata khususnya di wilayah Lombok Tengah harus mendapat perhatian lebih dalam hal penanganan Corona. Dan Puskesmas Kuta Insya Allah sudah siap menjalankan protokol penanganan pasien COVID-19. Paling tidak dengan APD level 2 dan 3”

Berlanjut, Standar Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19 untuk Kunjungan ke Kawasan Konservasi disampaikan oleh Kurniasih Nurafifah, S.Hut., M.Si. Standar Protokol Kesehatan yang disampaikan ditujukan kepada Pengunjung, Petugas dan BKSDA NTB sendiri sebagai pengelola Sarpras. Beberapa diantaranya seperti penggunaan masker selama kunjungan, face shield, jaga jarak, sarung tangan, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, dsb.

Bersamaan dengan sosialisasi, BKSDA NTB juga menyerahkan bantuan senilai 30 juta rupiah sebagai Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Masyarakat Daerah Penyangga kepada ‘Tunak Besopoq’. Sesuai rencana, dana bantuan akan digunakan untuk membeli perlengkapan kebutuhan melaut (nelayan) dan peralatan olahan kerupuk dan alat penangkap rajungan. (SUMBER : BKSDA NTB)

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply