Mekanisme Perijinan Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar

brosur penangkaran tsl depan

[Lebih lengkap dapat melihat melalui Brosur link download dibagian bawah artikel]

Mekanisme Perijinan Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar berdasar pada Permenhut No.19/Menhut-II/2005 dan P.69/Menhut-II/2013.

Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya,

Izin penangkaran diterbitkan oleh:

  • Dirjen PHKA
  • Balai/Balai Besar KSDA
  • Kepala Dinas Tingkat Provinsi

Izin penangkaran dapat diberikan untuk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi maupun tidak dilindungi. Untuk jenis yang dilindungi kecuali jenis-jenis berikut (PP no 8 tahun 1999):

  1. Anoa.
  2. Babi Rusa.
  3. Badak Jawa.
  4. Badak Sumatera.
  5. Biawak Komodi.
  6. Cenderawasih.
  7. Elang Jawa, Elang Garuda.
  8. Harimau Sumatera.
  9. Lutung Mentawai.
  10. Orangutan.
  11. Owa Jawa.
  12. Tumbuhan jenis Raflesia.

Penangkaran untuk tujuan pemanfaatan jenis dilakukan melalui dua jenis kegiatan, yakni pengembangbiakan satwa atau perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam lingkungan yang terkontrol dan penetasan telur dan atau perbesaran anakan yang diambil dari alam.

Izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi maupun tidak dilindungi diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan perpanjangan paling lambar 3 (tiga) bulan sebelum masa berlakunya izin penangkaran berakhir.

Download BROSUR dan PERMENHUT:

Brosur Mekanisme Perijinan Penangkara Tumbuhan dan Satwa Liar (Depan)1.9 MB

Brosur Mekanisme Perijinan Penangkara Tumbuhan dan Satwa Liar (Belakang)1.8 MB

Permenhut.69.2013154.6 KB

Permenhut.9.200936.7 KB

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply