Uji Kompetensi Pejabat Fungsional UPT KLHK di Provinsi NTB – Agustus 2017

SALAM LESTARI!

[Mataram, Agustus 2017] – Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian KLHK melaksanakan Uji kompetensi Pejabat Fungsional UPT KLHK di provinsi NTB pada tanggal 24-27 Agustus 2017 di Mataram. Termasuk dalam Uji kompetensi yakni pemberkasan, tes tertulis (teknis dan manajerial), tes wawancara dan kesamaptaan (bagi fungsional Polhut). Uji Kompetensi diikuti sebanyak 22 orang, terdiri dari 9 orang dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, 8 orang dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, 3 orang Balai PPHLHK Wilayah Jabal nusra, dan 2 orang dari Balai Taman Nasional Tambora.

Pada hari pertama, Kamis 24 Agustus 2017 acara dibuka oleh Kepala Balai KSDA NTB Dr. Ir. Widada, MM. Dalam pembukaan beliau menyampaikan kepada peserta untuk aktif dan bersungguh-sungguh, karena sangat diharapkan dalam Uji Kompetensi kali ini mampu mencetak Pejabat Fungsional KLHK yang tangguh dan berdayasaing serta mampu mengemban tugas negara sebagai Aparatur Negara (PNS) dengan baik dan benar sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku. Tak lama acara setelah pembukaan, Uji Kompetensi kemudian dimulai dengan pembagian kelompok yang terdiri dari 5-7 Pejabat Fungsional untuk tiap-tiap dari 4 Asesor. Dalam sesi pemberkasan seluruh peserta uji diminta untuk mengisi form APL 1 dan APL 2 serta seluruh bukti portfolio masing – masing peserta Uji Kompetensi. Setelah pemberkasan dirasa cukup, Uji Kompetensi kemudian disambung dengan uji tertulis yang meliputi tes Papikostik untuk mengetahui kemampuan manajerial dan tes teknis sesuai dengan jenjang jabatan yang akan dituju.

Pada hari kedua, Jumat 25 Agustus 2017 peserta diuji secara lisan melalui tes wawancara untuk mengetahui kemampuan penguasaan materi masing – masing elemen yang terdiri dari uji kompetensi inti dan pilihan serta kemampuan manajerial dan pengetahuan. Para peserta secara bergantian diuji dengan beragam pertanyaan seputar bidang Fungsional masing-masing selama kurang lebih 1-1,5 jam langsung oleh masing-masing Asesor.

Bagi pejabat fungsional Polhut, Pada hari ketiga, Sabtu 26 Agustus 2017 terdapat tambahan materi uji, yaitu kesamaptaan yang terdiri dari lari selama 12 menit dengan panjang satu putaran 300 meter, push up, sit up, sprint 100 meter, dan shuttle run. Untuk keselamatan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, para peserta uji diharuskan menjalani cek tekanan darah baik sebelum maupun sesudah uji kesamaptaan. Untuk Polhut pelaksana lanjutan tambahan materi uji pengoperasian senjata api. Sedangkan untuk Polhut Penyelia materi uji tambahan berupa praktek pengoperasian Global Positioning System (GPS). Uji kesamaptaan dilakukan untuk melihat apakah para Pejabat Fungsional Polhut masih memiliki kompetensi atau tidak dalam melaksanakan salah satu tugas fungsional polhut seperti patroli kawasan hutan, dsb.

Dan dihari terakhir, para peserta diminta untuk melakukan studi kasus. Dalam studi kasus ini, para asesor ingin melihat bagaimana kemampuan penyelesaian masalah (problem-solving) dan leadership (kepemimpinan) para pejabat fungsional dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang kerap terjadi di wilayah kerja masing-masing pejabat fungsional.

Sebagai penutup, para asesor mempersilahkan para peserta uji untuk mengisi kesan dan pesan, saran serta kritik selama mengikuti uji kompetensi dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan masing-masing asesor.

Dokumentasi Kegiatan

Pembukaan Uji Kompetensi Pejabat Fungsional UPT KLHK

Tahap Wawancara dan Uji Tertulis

Uji Kesamaptaan, Senjata Api dan Penutupan

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply