BKSDA NTB dan Korea Forest Promotion Institute Adakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Manajemen Ekowisata

SALAM LESTARI! Lombok Tengah, 11 September 2017

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Manajemen Ekowisata 2017 yang diselenggarakan atas kerjasama Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB dengan Korea Forest Promotion Institute pada tanggal 11-20 September 2017 dibuka oleh Dr. Ir Widada, MM, Kepala Balai KSDA NTB. Sebanyak 40 peserta dari Desa Mertak, desa sekitar kawasan TWA Gunung Tunak begitu semangat menjalani hari pertama pelatihan ini. Arahan dari Camat Pujut, Lalu Sungkul dan Sekdis Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah semakin menyemangati para peserta.

Materi pembuka disampaikan oleh Kepala Balai KSDA NTB tentang Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di TWA Gunung Tunak, dilanjutkan materi audio visual dari Korea Indonesia Forest Center, berupa Perkembangan Ekonomi Korea yang dipandu oleh Mr. Moon Jong Phil. Selama kurang lebih 2 minggu, peserta akan mendapatkan materi yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok lanjutan, kelompok kupu-kupu, kelompok kuliner tradisional, dan kelompok handicraft. Materi teori dan praktik akan memperkaya ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi masyarakat, serta manajemen ekowisata sehingga masyarakat dapat mengelola paket ekowisata yanga akan dikembangkan di TWA Gunung Tunak.

Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan dengan sistem kelas dan praktek lapangan. Kegiatan praktek bercerita sebagai bagian dari pemanduan, menyusun paket wisata, memasak dan menyusun, membuat handicraft dari bahan daur ulang serta praktik budidaya kupu -kupu diharapkan dapat membekali masyarakat kedepan. Salah satu nasehat penting dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Putria adalah agar peserta mampu menangkap peluang dan jangan menjadi orang asing di negeri sendiri.

Berbagai materi teori dan praktik akan disampaikan oleh dosen dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Mataram, praktisi wisata ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran, PT. PERAMA, Lombok Hidden Trip, Kerajaan Dongeng, Himpunan Pemandu Wisata Indonesia, Chef dari Hotel Santika, dan ahli Kupu-kupu dari Bali Butterfly Park serta materi penanganan darurat dari Badan SAR (Save and Rescue). Pelatihan keenam dari tahun 2015 ini diharapkan dapat mengembangkan kapasitas manajemen ekowisata masyarakat sekitar TWA Gunung Tunak. (
Sumber : BKSDA NTB, 2017)

DOKUMENTASI KEGIATAN

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply