BKSDA NTB dalam Pelepasliaran Tukik dan Bersih Pantai di Pantai Senggigi Kab. Lombok Barat

SALAM LESTARI!

Lombok Barat, 1 November 2021 – BKSDA NTB melalui Kepala Balai beserta staf turut serta hadir dalam kegiatan Pelepasliaran 200 (Dua Ratus) Tukik dan Bersih Pantai di Pantai Senggigi Kab. Lombok Barat.

Kegiatan juga dihadiri Gubernur NTB (atau pejabat yang mewakili), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTB, Dinas Pariwisata Propinsi NTB, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, Balai Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Polsek Senggigi, Camat Batulayar, Pos Polairud Senggigi, Kepala Desa Senggigi, Kelompok Beach Boys for Changes, Ketua IKA SKMA NTB beserta masyarakat.

Dalam sambutan, Kepala Balai KSDA NTB Joko Iswanto, S.P., M.H. menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian satwa dilindungi bertujuan untuk mensosialisasikan/mengkampanyekan pentingnya konservasi sumber daya alam salah satunya penyu. Upaya mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk turut serta berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem pantai yang merupakan habitat dari penyu.

Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan upaya Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka memperkuat perlindungan ekologis penting dari keanekaragaman hayati yang berada di luar Kawasan Konservasi. Di Provinsi NTB sendiri, telah ditetapkan 4 Kawasan Ekosistem Esensial yaitu:

  1. KEE Penyu Kabupaten Lombok Barat tahun 2017 seluas 27.137,54 Ha.
  2. KEE Mangrove Kabupaten Lombok Barat tahun 2018 seluas 86,46 Ha.
  3. KEE Mangrove Kabupaten Bima tahun 2019 seluas 91,8 Ha.
  4. KEE Penyu Lombok Utara tahun 2019 seluas 32,5 Ha.

Pantai Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu pantai potensial sebagai tempat penyu mendarat untuk bertelur dari jenis penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang yang kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial Penyu berdasarkan SK Bupati Lombok Barat Nomor: 345/6/DLH/2017 tanggal 23 Maret 2017 Tentang Penetapan KEE Koridor Penyu Kabupaten Lombok Barat seluas 27.137,54 Ha, terdiri dari:

  1. Pantai dan perairan Batu layar seluas 5.986,28 Ha.
  2. Pantai Kecamatan Labuapi, Kecamatan Gerung dan Kecamatan Lembar seluas 7.438,06 Ha.
  3. Pantai Kecamatan Sekotong seluas 13.713,20 Ha.

Dalam kesempatan kali ini, sebanyak 200 ekor tukik yang dilepas merupakan jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) yang merupakan hasil penetasan dari sarang semi alami yang dikelola oleh Kelompok Pelestari Penyu Pantai Senggigi “Beach Boys for Changes”. Setelah 61-62 hari (masa inkubasi) tukik-tukik tersebut menetas, dan disapih ke kolam penampungan sementara selama 2 minggu sebelum akhirnya dilepasliarkan ke alam.

Kepala BKSDA NTB juga menyampaikan Apresiasi kepada seluruh kelompok yang peduli terhadap kelestarian penyu dan habitatnya. Penyu sebagai satwa dilindungi yang secara mandatory pengawasannya diamanahkan kepada Kementerian LHK, dalam hal ini BKSDA NTB. Kelompok pelestari penyu sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah karena pemerintah tidak bisa sendiri dalam melakukan perlindungan dan pengawasan. (Sumber: BKSDA NTB)

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply