Penetapan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Lombok Barat – Maret 2018

Salam Lestari! (Cendi Manik, Selasa 27 Maret 2018)

Merupakan moment berbahagia dirangkaikan dengan HUT Lobar ke-60, Acara diramaikan dengan penanaman mangrove sebanyak 400 batang jenis (Rhizophora mucronata) dan (Rizhopora stylosa).

Pejabat Sementara Bupati Lombok Barat, Pjs. Drs. H. Lalu Saswadi, M.M. menginisiasi Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove di Lombok Barat dengan luas tentative sebesar 86,46 hektar. Dalam sambutan, Bapak Pjs. Bupati Lombok Barat sangat berharap Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove dapat diperluas dari luasan tentaive saat ini terutama di wilayah Lombok Barat, mengingat pentingnya peran Mangrove untuk wilayah Pesisir Pantai.

Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), merupakan Kawasan bernilai penting yg berada di luar Kawasan konservasi. Dengan Penetapan KEE tidak merubah status sebuah kawasan, namun hanya memastikan fungsinya dapat mendukung kelestarian mangrove, papar Ir. Ari Subiantoro, MP, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB dalam sambutan.

Hutan Mangrove yang berada di dalam Kawasan hutan hanya 20% dari luas Hutan Mangrove secara keseluruhan, sedangkan sisanya 80% berada di luar kawasan, oleh karenanya menjadi sangat penting memperhatikan kondisi mangrove yang berada di luar Kawasan hutan.
Penetapan KEE oleh pimpinan daerah dengan pengelola kerjasama lintas stakeholder menjadi sangat penting, demikian disampaikan Ir. Margo Utomo, MM, mewakili Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial. Sebagai Pulau Kecil, Pulau Lombok yg sangat indah ini, apabila mangrove sebagai buffer zone tidak kita jaga maka akan sangat rentan dari bencana.

DOKUMENTASI KEGIATAN

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply