Dukungan dan Apresiasi Balai KSDA NTB untuk Kelompok Pecinta Alam “Lentera”

SALAM LESTARI!

Bima – Rabu 28 November 2018 Bertempat di Desa Labuan Kenanga, kec. Tambora Kabupaten Bima, Kepala Balai KSDA NTB didampingi kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bima-Dompu menyerahkan bantuan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi Taman Wisata Alam Pulau Satonda. Kelompok Penerima bantuan adalah kelompok binaan KPA (Kelompok Pecinta Alam) Lentera yang berkedudukan di desa Labuan Kenanga.

Bantuan yang diserahkan berupa paket alat snorkeling, satu paket Kamera dan Kamera Waterproof serta Mesin Perahu 15 PK. Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat ini sejatinya adalah stimulan agar kelompok penerima bantuan mampu berperan aktif meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi sebagai masyarakat sekitar kawasan yang juga barisan terdepan dalam penyedia jasa wisata alam di TWA Pulau Satonda.

Dalam Kesempatan kali ini, Kepala Balai KSDA NTB Ir. Ari Subiantoro, M.P. menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa poin dalam Penyerahan Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, yakni Poin Kepedulian, Keberpihakan, Kepeloporan, Konsisten dan Kepemimpinan.

  • Kepedulian, bahwa penyerahan bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan.
  • Keberpihakan, bahwa Pemerintah akan selalu hadir dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
  • Kepeloporan, Kelompok Masyarakat Penerima bantuan harus bisa memunculkan inovasi-inovasi dalam berusaha dan berbisnis.
  • Konsisten, dari kedua belah pihak, bahwa Balai KSDA NTB akan terus konsisten mendampingi Masyarakat dan disaat bersamaan masyarakat juga harus fokus dan konsisten meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan Bantuan yang telah diterima.
  • Kepemimpinan dengan menjujung tinggi integritas.

Di sisi lain, Bahwa Bantuan ini juga merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari BKSDA NTB kepada Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi TWA Pulau Satonda yang telah merespon dengan baik dan ikut terlibat aktif dalam Kelestarian Kawasan Konservasi selama ini. Masyarakat adalah Subyek, Pelaku aktif dan ujung tombak dalam Pengembangan dan Pelestarian Kawasan Konservasi. (Sumber : BKSDA NTB)

DOKUMENTASI KEGIATAN

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply