BKSDA NTB Dalam Peringatan HKAN 2020

SALAM LESTARI!

Kalimantan Timur, 16 September 2020 – Pandemi COVID-19 memberi warna tersendiri dalam perhelatan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 yang bertempat di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 15 – 16 September 2020 lalu.

Seluruh peserta yang hadir termasuk panitia tanpa terkecuali diharuskan menaati protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Beberapa diantaranya, memiliki hasil test rapid swab antigen atau swab PCR dengan hasil non reaktif atau negative yang masih berlaku, Penggunaan masker dan face shield, rajin mencuci tangan, larangan berkerumun, menjaga jarak antar pengunjung, serta pembatasan kapasitas lokasi acara menjadi setengah dari kondisi normal.

Terlepas dari suasana Pandemi, Dalam pembukaan acara, Direktorat Jenderal KSDAE memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, aparat pemerintah dan masyarakat atas komitmen, peran dan kontribusinya terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati dan pengelola Taman Nasional Kutai.

Pada HKAN Tahun ini, BKSDA NTB memperoleh Anugerah Penghargaan untuk Kategori “Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Wisata Alam Bidang Pramuwisata”. Penghargaan diberikan kepada Rusdi sebagai anggota Kelompok Masyarakat “Tunak Besopoq” di Desa Mertak yang menjadi pelopor penyelenggaraan Ekowisata Berbasis Masyarkat di TWA Gunung Tunak. Beliau juga merupakan Ketua Karang Taruna Meraje Kesuma Desa Mertak.

Sebelumnya, Rusdi juga pernah meraih prestasi yakni Juara 1 Lomba Pilar-pilar Sosial Berprestasi Tahun 2019 dan Juara 3 Lomba Pilar-pilar Sosial Berprestasi Tahun 2020. Tak hanya itu, dengan semangat “Membangun Bangsa Melalui Generasi Muda” Beliau juga turut berkontribusi untuk masyarakat sekitar, khususnya untuk Desa Mertak Kab. Lombok Tengah seperti aktif dalam kegiatan kelompok masyarakat, pelestarian adat budaya masyarakat dan mempelopori pertanian hidroponik di Desa Mertak.

Dan tak kalah penting, Beliau juga merupakan Pioneer Guide/Pemandu di TWA Gunung Tunak terutama bidang kupu-kupu dengan menggeluti kegiatan identifikasi dan budidaya kupu-kupu di TWA Gunung Tunak yang dibimbing langsung dari Pak Arbaimun pemilik Bali Butterfly Park. Prestasi yang diraih merupakan buah kerja bersama kelompok Tunak besopoq.

Dengan ini, diharapkan Pemberian Anugerah Penghargaan ini mampu menjadi pemicu semangat dan kekompakan Masyarakat sekitar Desa Mertak mengembangkan Ekowisata berbasis Masyarakat serta pelestarian Kawasan Konservasi yang berkelanjutan. (SUMBER : BKSDA NTB)

DOKUMENTASI KEGIATAN

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply