BKSDA NTB bersama WCS dalam Restocking Terumbu Karang Pulau Moyo

SALAM LESTARI!

Pulau Moyo 17-21 November 2020 – BKSDA NTB bersama tim ahli terumbu karang dan ikan karang dari Wildlife Conservation Society (WCS) NTB, Sebastian Aviandhika dan Rahmet Hidayatullah melakukan kegiatan monitoring biota laut di Perairan TWA Pulau Moyo yang dirangkaikan dengan restocking terumbu karang.

Dari 8 (Depalan) titik yg telah di lakukan pendataan pada monitoring sebelumnya pada tahun 2016 oleh BKSDA NTB serta data WCS NTB pada tahun 2019, maka diputuskan dalam Pembahasan desain survei ditentukan lokasi pengambilan data sebanyak sebanyak 5 (lima) titik dengan kedalaman dangkal antara (3-5) meter dan kedalaman dalam antara (10-12) meter. Titik pengambilan data dilakukan untuk site Brangsedo, Rajasua Barat, Rajasua Selatan, Stema dan Tanjung Pasir.

Data yang dikumpulkan diantaranya : data terumbu karang, data ikan Karang (indikator ekologi dan ekonomi), data invertebrata (indikator ekologi dan ekonomi), data recruitment karang dan data sosial ekonomi masyarakat. Metode pengambilan data substrat bentik dengan metode PIT (point intersects transect) sepanjang 50 meter dengan 3 Kali ulangan. Metode pengambilan data ikan karang menggunakan transek sabuk (belt transek). Sedangkan untuk data recruitment karang dengan metode transect kuadran (50 x 50 cm) diambil pada titik 0,10,20,30,40,dan 50 meter.  

Tim penyelam dibagi menjadi 2 Tim untuk pembagian penyelaman. Tim 1 terdiri dari Lalu Karsa Abadi (WCS NTB), Rahmet Hidayatullah (WCS NTB), Kurniasih Nur Afifah (BKSDA NTB), Syamsul Ibrahim (BKSDA NTB) dan Indah Widuri Damayanti (BKSDA NTB) sedangkan Tim 2, terdiri dari Sebastian Viandhika (WCS NTB), Brilliant Rudzaky (WCS NTB), Ahmad Manunggal (BKSDA NTB) dan Mustanadi (BKSDA NTB).

Pada hari terakhir dilakukan restocking terumbu karang di Tanjung Pasir. Pipa paralon sepanjang 50 cm ditanam di pasir sedalam 30 cm disisakan 20 cm kemudian dipasang substrat karang dengan diulir pada ujung pipa. Kegiatan restocking ini untuk mendukung pelestarian terumbu karang secara in-situ di dalam Kawasan Konservasi.

Kegiatan pengambilan data berjalan dengan lancar. Ucapan terimakasih kami sampaikan atas dukungan WCS NTB dan semua anggota Tim. Dari hasil pengamatan, secara kualitatif kondisi perairan TWA Pulau Moyo masih alami dan dalam kondisi baik.

Mari kita Lestarikan Hutan, Terumbu karang dan Satwa Liar! (SUMBER : BKSDA NTB)

DOKUMENTASI KEGIATAN

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply