Pelatihan Manajemen Pengembangan Rekreasi Hutan dan Ekowisata Yang Pertama (28 Juli – 10 Agustus 2016)

Kegiatan ini adalah wujud kerjasama antara pemerintah Korea -KFS (Korea Forest Service)- melalui KIFC (Korea-Indonesia Forest Center) dan pemerintah Indonesia melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (Balai KSDA NTB) yang akan berlangsung setiap tahun, dimulai sejak 2015 dan akan terus berlanjut hingga 2018.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep Community Based Eco-Tourism di Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Community Based Eco-Tourism atau Ekowisata berbasis Masyarakat adalah bentuk pemberdayaan masyarakat lokal untuk mengelola sendiri dan terlibat dalam pengembangan dan manajemen daerah wisata yang dimana keuntungan terbesar akan tetap ditujukan dan dirasakan sendiri oleh masyarkat tersebut, yang tentunya tanpa merusak dan tetap melestarikan alam tempat mereka tinggal. Dalam hal ini, masyarkat lokal harus terlibat secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan ekowisata nantinya.

Masyarakat akan diberdayakan dengan mengenal kembali potensi budaya, warisan, kuliner serta gaya hidup tradisional sehingga mereka memiliki sesuatu yg “unik” untuk mereka perkenalkan dan dijadikan atraksi wisata. Masyarakat juga mendapat pelatihan bagaimana mengelola bisnis dalam skala kecil, meningkatkan kepedulian akan lingkungan, pengembangan produk dan cara pemasarannya.

Kurang lebih lama kegiatan sekitar 2 minggu bertempat di Hotel dpraya, Penujak – Lombok Tengah, dimulai pada 28 Juli hingga 10 Agustus 2016 yang diikuti oleh 37 orang warga Desa Mertak terpilih yang merupakan masyarakat sekitar Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Lombok Tengah salah satu kawasan konservasi Balai KSDA NTB.

Beberapa narasumber untuk kegiatan selama 11 hari ini :

  • (Indonesia) Dr. Ir. Widada MM., Kepala Balai KSDA NTB
  • (Indonesia) Bapak Bangun, Kepala Desa Mertak
  • (Indonesia) Bapak Eka Suryarahman, Pendiri Kegiatan Wisata “Lombok Hidden Trip”
  • (Indonesia) Ibu Tri Endang, PEH Balai KSDA NTB (Materi Penangkaran Kupu-kupu)
  • (Indonesia) Bapak Maiser, Dosen Prodi Kehutanan Univ. Mataram (Materi Penangkaran Kupu-kupu)
  • (Korea) Prof. Jaeyong Choi (Materi: Komponen Kunci dalam Pengembangan Rekreasi Hutan dan Ekowisata)
  • (Korea) Dr. Shiyeon Ha (Materi: Kunci Penting bagi Interpreter Hutan)
  • (Korea) Prof. Sun Phil Kwon (Penyusunan Action Plan)
  • Translasi Bahasa Korea ke Indonesia oleh Ye Jin Lee.

Kegiatan dibagi menjadi dua tahap, dimana 5 hari pertama adalah 1st General Training yang diikuti total 37 orang terpilih Desa Mertak yang kemudian dilanjutkan 5 hari berikutnya hingga selesai dengan 2nd Leadership Training yang hanya diikuti oleh 14 orang terpilih dari 37 orang sebelumnya.

Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan :

Hari Pertama Pembukaan, Hotel dPraya – Lombok Tengah, Kamis 28 Juli 2016

Hari Keempat Praktek Tenun, Selasa 02 Agustus 2016

Hari Kelima Praktek Penangkaran Kupu-kupu di TWA Gunung Tunak, Rabu 05 Agustus 2016

Hari Kedelapan, Sabtu 06 Agustus 2016 – Kunjungan ke Desa Wisata Mas-Mas Lombok Tengah

Hari Kesepuluh (Selasa, 09 Agustus 2016) dan Kesebelas (Rabu, 10 Agustus 2016) (Penutupan)

Artikel Terkait

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply