Profil

 

logo-baru-bksda-250

VISI & MISI BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM NUSA TENGGARA BARAT

A. VISI

Berdasarkan Rencana Stratejik Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Rencana Stratejik Pemerintah Provinsi NTB serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka visi   Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat adalah: “Terwujudnya konservasi sumbar daya alam hayati dan ekosistemnya di dalam dan di luar kawasan konservasi untuk mendukung mutu kehidupan dan kesejahteraan masyarakat”.

B. MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut, misi Balai KSDA NTB adalah :

  • Memantapkan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi sesuai dengan fungsinya,
  • Memantapkan perlindungan kawasan konservasi dan keanekaragaman sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,
  • Meningkatkan pemanfaatan kawasan konservasi secara lestari sesuai dengan fungsinya,
  • Meningkatkan kelembagaan, kemitraan dan partisipasi konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

TENTANG BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM NUSA TENGGARA BARAT

Keberadaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (Balai Konservasi SDA NTB) berdasar pada Peraturan Menteri Kehutanan No. P.02/Menhut – II/2007, 1 Februari 2007 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam.

Berdasar pada surat keputusan tersebut, dalam rangka optimalisasi konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, ditugaskan kepada unit pelaksanan teknis konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen PHKA), bertugas menyelenggarakan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, dan taman buru, koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan hutan lindung serta konservasi tumbuhan dan satwa liar di luar kawasan konservasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.02/Menhut – II/2007, 1 Februari 2007 tersebut di atas, unit pelaksana teknis konservasi sumber daya alam menyelenggarakan fungsi :

  1. Penataan blok, penyusunan rencana kegiatan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan kawasan cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, dan taman buru, serta konservasi tumbuhan dan satwa liar di dalam dan di luar kawasan konservasi.
  2. Pengelolaan kawasan cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman buru, serta konservasi tumbuhan dan satwa liar di dalam dan di luar kawasan konservasi.
  3. Koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan hutan lindung.
  4. Penyidikan, perlindungan dan pengamanan hutan, hasil hutan dan tumbuhan dan satwa liar di dalam dan diluar kawasan konservasi.
  5. Pengendalian kebakaran hutan.
  6. Promosi, informasi konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
  7. Pengembangan bina cinta alam serta penyuluhan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
  8. Kerjasama pengembangan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta pengembangan kemitraan.
  9. Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
  10. Pengembangan dan pemanfaatan jasa lingkungan dan pariwisata alam.
  11. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Wilayah kerja

Wilayah kerja Balai Konservasi SDA NTB meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, mencakup wilayah administrasi kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu. Kawasan terdiri dari

Pulau Lombok (SKW I) (Seksi Konservasi Wilayah I)

  1. Kabupaten Lombok Barat
    • Taman Wisata Alam Kerandangan
    • Taman Wisata Alam Suranadi
    • Taman Wisata Alam Bangko-bangko
    • Taman Wisata Alam Pelangan
  2. Kabupaten Lombok Tengah
    • Taman Wisata Alam Gunung Tunak
    • Taman Wisata Alam Tanjung Tampa

Pulau Sumbawa (SKW II & III) (Seksi Konservasi Wilayah II & III)

  1. Kabupaten Sumbawa & Sumbawa Barat (SKW II) (Seksi Konservasi Wilayah II)
    • Taman Wisata Alam Semongkat
    • Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang
    • Taman Wisata Alam Pulau Moyo
    • Taman Wisata Alam Laut Pulau Moyo
    • Taman Buru Pulau Moyo
    • Kawasan Suaka Alam Pulau Panjang
    • Cagar Alam Pedauh
    • Kawasan Suaka Alam Jereweh
  2. Kabupaten Bima (SKW III) (Seksi Konservasi Wilayah III)
    • Taman Nasional Gunung Tambora
    • Cagar Alam Toffo Kota Lambu
    • Cagar Alam Pulau Sangiang
    • Taman Wisata Alam Madapangga
    • Taman Wisata Alam Pulau Satonda

Logo Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (Balai KSDA NTB)

LOGO KSDA NTB